Monday, June 29, 2015

[TUGAS] Sistem Informasi Berbasis Wireless pada Dokumentasi Keperawatan

Source : WIkipedia

Perawat memiliki tugas memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang profesional kepada pasien. Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalisme, sehingga dapat mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang semakin meningkat. Dengan cara mengembangkan potensi yang sudah dimiliki untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan keperawatan. Keperawatan menurut ICN adalah rumusan yang dibuat berdasarkan keputusan terhadap fenomena yang merupakan fokus dari intervensi keperawatan.
Pelayanan keperawatan itu tercermin dalam proses keperawatan yang mencakup kegiatan pengkajian, penentuan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Semua tindakan tersebut haruslah didokumentasikan dengan baik sebagai bukti kerja perawat dan sebagai tanggung jawab serta tanggunggugat perawat. Kozier (1990) menyatakan bahwa pendokumentasian keperawatan  merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan
Permasalahan yang sering muncul di rumah sakit Indonesia adalah masih banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan seperti pendokumentasian  asuhan keperawatan yang belum lengkap serta beban kerja yang tinggi.  Saat ini masih banyak perawat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan baik  secara etik maupun legal.
Terjadinya pergeseran teknik pendokumentasian dari  berbasis kertas kepada sistem terkomputerisasi, memunculkan berbagai pertanyaan seperti terkait komputer harus dibawa sampai ke tempat tidur pasien, setiap pasien harus memiliki komputer dan juga waktu pendokumentasian yang tidak efektif. Sistem komputerisasi yang ada membuat perawat tidak bisa memasukkan dan mengakses data elektronik pada saat di samping tempat tidur pasien. Perawat juga membutuhkan waktu lebih untuk pengulangan kerja, contohnya untuk mendokumentasikan input dan output cairan saja harus mencatatnya terlebih dahulu pada selembar kertas kemudian baru memasukkan data tersebut  kedalam komputer di ners station.
Kemudian dengan semakin majunya sistem informasi dan teknologi keberadaan komputer mulai bergeser dari yang tadinya hanya ada diners station kemudian bergeser ke ruang pasien. Tetapi hal ini juga menimbulkan permasalahan baru, bagaimana penempatan komputer diruang rawat membutuhkan ruangan yang luas dan kabel yang mengganggu pemberian pelayanan kepada pasien.
Saat ini ditemukan suatu sistem yang memungkinkan komputer dibawa hingga ke samping tempat tidur pasien. Sistem ini menggunakan sistemsoftware wireless dan peralatan hardwarenya berupa computer carts, PC Tablet dan PDAs untuk memasukkan dan mengakses data dari komputer induk dimana bahwa:
1. PDA (Personal Digital Assistants) adalah sebuah alat komputer genggam portable, dan dapat dipegang tangan yang didesain sebagai organizer individu, namun terus berkembang sepanjang masa (Koeniger, 2008).
2. PDA memiliki fungsi antara lain sebagai kalkulator, jam, kalender, games, internet akses, mengirim dan menerima email, radio, merekam gambar/video, membuat catatan, sebagai address book, dan jugaspreadsheet (Mechling, 2009). PDA terbaru bahkan memiliki tampilan layar berwarna dan kemampuan audio, dapat berfungsi sebagai telepon bergerak, HP/ponsel, browser internet dan media players. Saat ini banyak PDA dapat langsung mengakses internet, intranet dan ekstranet melalui Wi-Fi, atau WWAN (Wireless Wide-Area Networks).
3. Dan terutama PDA memiliki kelebihan hanya menggunakan sentuhan layar dengan pulpen/touch screen (Chatterley, 2010).
Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, petugas kesehatan dengan mudahnya dapat mendeteksi dan membantu pasien agar tidak terjatuh. Seperti yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Bologna, Italia. Para peneliti ini mengembangkan sensor nirkabel (wireless sensor) ke monitor pasien sehingga dapat mendeteksi dan membantu pasien agar tidak terjatuh. Pasien akan menggunakanwireless sensor tersebut disekeliling pinggangnya sehingga gerakan pasien dapat terpantau oleh monitor ( Gargiulo, 2010).
Salah satu keuntungan dari sistem ini adalah mengurangi pengulangan pertanyaan terhadap data yang sama misalnya perawat cukup sekali menanyakan riwayat gaya hidup sebelumnya seperti merokok, alergi terhadap suatu obat dll, kemudian data tersebut akan terekam dalammobile device tersebut, apabila perawat memerlukan data tersebut tinggal memanggil pada alat computer cart, PC tablet atau PDAs. Jika pasien keluar rumah sakit pada hari itu, pulang ke rumah kemudian kembali lagi ke rumah sakit data pasien tersebut masih dapat diakses kembali. Perawat dapat menanyakan jika ada hal yang berubah dari data semula.
Sistem ini juga dapat meningkatkan kepuasan pasien dan juga meningkatkan patient safety serta menghemat waktu perawat. Adapun keuntungan yaitu semua perawat juga dapat mengakses pemeriksaan harian dan perubahan kondisi pasien antara shift yang satu ke shift berikutnya. Kerugiannya adalah :
1. Penggunaanya perawat lebih berlama-lama dengan memainkanmobile devicenya dari pada waktu pemberian asuhan keperawatannya.
2. Kontak kepada pasien menjadi kurang sehingga prilaku caring perawat terhadap pasien menjadi menurun.
3. Penggunaan  sistem ini juga memerlukan biaya yang cukup tinggi untuk pengadaan peralatan, sistem dan pelatihan penggunaan alat bagi perawat. Dengan penggunaan sistem ini juga memungkinkan terjadi penyalahgunaan data pasien, oleh sebab itu sistem keamanan data yang ketat dibutuhkan untuk melindungi data pasien.
4. Masalah yang dapat terjadi dalam penerapan sistem ini adalah dimana peralatan disimpan jika tidak sedang digunakan, wireless harus standby selama 24 jam untuk menghindari kehabisan battery pada saat digunakan.
Definisi sistem informasi manajemen menurut ANA (Khaterine, 1995) sistem informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan  tentang  standar dokumentasi, komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawatan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Teknologi informasi hanya berupa sistem pendukung bukan tujuan akhir, maka dengan adanya teknologi pemakaian mobile device ini malah menghambat proses pemberian asuhan keperawatan.
Dengan penggunaan sistem Flo wireless mobile workstations ini  , perawat memiliki kompeten terhadap pengetahuan umum dan pemahaman tentang teknologi komputer, ditambah dengan sikap positif terhadap komputer dan perangkat lunak. Selain itu, seperti seorang perawat yang terampil dalam perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak dan mampu memahami bagaimana manfaat teknologi tersebut keperawatan dan kesehatan secara keseluruhan.
Pendokumentasian keperawatan berbasis komputer dengan wireless adalah pencatatan proses keperawatan ke dalam suatu sistem komputer yang dapat meningkatkan kinerja professional perawat. Dokumentasi terkomputerisasi memungkinkan perawat memasukkan data pengkajian spesifik sekali waktu dan informasi secara otomatis telah ditransfer menjadi bentuk laporan yang berbeda. Komputer juga membantu mengurangi kesalahan, menstandarkan rencana asuhan keperawatan, meningkatkan kepuasan dan produktivitas keperawatan, dan mendokumentasikan semua bidang perawatan klien (Town, 1993 dalam Potter & Perry, 1997/2005). Jadi artinya pencatatan keperawatan dengan mengunakan sistem komputer untuk mempermudahkan dan meringankan pekerjaan seorang perawat.
1. Keuntungan dokumentasi keperawatan terkomputerisasi
Pendokumentasian dengan menggunakan komputer mempunyai beberapa keuntungan, antara lain (Ilyer & Camp, 2005; Potter & Perry, 1997/2005):
a. Catatan dapat dibaca
Hasil catatan komputer dapat dibaca dengan mudah sehingga menghilangkan resiko menebak arti tulisan tangan.
b. Catatan yang siap sedia
Rekam medis harus siap sedia untuk digunakan, dan waktu yang dihabiskan untuk mencarinya harus sesingkat mungkin. Catatan elektronik dapat digunakan untuk mengatasi hal ini.
c. Produktivitas perawat membaik
Salah satu penelitian (Erbm Coble, 1995, dalam Potter & Perry, 1997/2005) menemukan bahwa setelah menggunakan pencatatan yang terkomputerisasi, perawat menghabiskan 40% waktunya lebih banyak untuk berkomunikasi dengan pasien dan 34 % untuk membantu hygienepasien.
d. Menunjang penggunaan proses keperawatan
Sistem dokumentsi komputer memudahkan pengkajian pada pasien hingga memilih hasil dan intervensi. Pada saat pemulangan, banyak program yang dapat menghasilkan rencana perawatan kumulatif yang terdiri dari semua diagnosis, hasil dan intervensi selama pelayanan.
e. Mengurangi dokumentasi yang berlebihan
Dokumentasi terkomputerisasi mendukung penggunaan yang ekonomis dari proses pemasukan data dengan menurunkan atau menghilangkan pencatatan yang berlebihan.
f. Catatan keperawatan terkategorisasi
Dokumentasi terkomputerisasi memungkinkan pencatatan terkategorisasi. Perawat dapat meminta semua daftar data yang menggambarkan kondisi kulit, atau mencetak semua catatan penyuluhan pasien.
g. Dokumentasi sesuai dengan standar keperawatan
Banyak fasilitas kesehatan yang memasukkan kebijakan mereka dan prosedur manual secara on-line, sehingga siap untuk dibaca, mudah mengacu pada standar perawatan dan dokumentasinya tepat.
h. Peningkatan pengetahuan tentang hasil
Analisa data yang dikumpulkan dari beberapa catatan pasien dapat mengarah pada kesimpulan tentang hasil yang akan dicapai. Informasi ini dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis dan mengarah pada perbaikan sistem.
i. Ketersediaan data
Informasi yang didapat dari sejumlah besar catatan pasien dapat meningkatkan penggunaan riset keperawatan dan memperbaiki kualitas untuk menyoroti masalah sistemik yang sedang terjadi. Selain itu, dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil pasien.
j. Mempermudah penetapan biaya
Dengan sistem dokumentasi komputer, dapat meningkatkan kemampuan untuk menetapkan biaya berdasarkan perawatan yang diberikan.
2. Kerugian dokumentasi keperawatan terkomputerisasi
Kerugian pendokumentasian dengan komputer terkadang masih muncul meskipun keuntungan penggunaannya lebih banyak. Berikut ini beberapa kerugian dokumentasi terkomputerisasi (Ilyer & Camp, 2005; Potter & Perry, 1997/2005):
a. Masalah keamanan dan kerahasiaan pasien
Rekam medis terkomputerisasi merupakan tantangan baru etika perawat dan obligasi legal untuk menjaga kerahasiaan informasi. Kemampuan individu untuk mengakses rekam medis terkomputerisasi dari jauh memerlukan tindakan keamanan yang sangat teliti. Penempatan layar komputer perlu dipertimbangkan kaitannya dengan kedatangan pengunjung dan klien.
b. Gangguan downtime komputer
Downtime adalah waktu ketika komputer tidak berfungsi karena perbaikan rutin atau tiba-tiba akibat kerusakan yang tidak diinginkan. Selama waktu ini, perawat mungkin perlu melihat kembali pada kertas. Informasi pasien kritis dapat hilang jika terjadi downtime.
c. Penerimaan yang salah terhadap informasi terkomputerisasi
Tenaga kesehatan harus mencegah pendewaan komputer. Tidak ada mesin yang dapat menggantikan profesional kesehatan yang dapat mengevaluasi data pasien secara kritis dan menanyakan informasi yang tidak masuk akal. Komputer merupakan alat sederhana yang membantu orang-orang berkualitas menyelesaikan pekerjaannya.
d. Keterbatasan komputer pada saat penggunaan memuncak
Sistem informasi keperawatan dapat dengan cepat memakai kapasitas kerangka utama sistem, sehinngga mungkin diperlukan perluasan sistem.
e. Biaya
Biaya meliputi pembelian software dan hardware, pendidikan staf keperawatan. Biaya perizinan perlu dipertimbangkan oleh institusi.
Dari dokumentasi keperawatan berbasis komputer dengan wireless ini membawa efek yang positif dan baik bagi perawat sendiri, dimana perawat akan dapat bekerja secara professional dimana perawat dapat focus kepada asuhan keperawatan dengan menggunakan waktu lebih banyak ke pasien disamping kewajibannya untuk melengkapi hasil pekerjaannya dengan dokumentasi keperawatan untuk melindungi dan alat bukti bagi perawat sendiri.
Penerapan sistem ini juga harus mempertimbangkan aspek etik dan legal, pasien dan keluarga harus diberikan informasi yang berimbang tentang pemilihan penerapan dan penggunaan alat bantu dokumentasi ini.
Adapun penerapan sistem informasi ini dengan pertimbangan dari aspek etik yaitu:
1. Autonomy Penerapan sistem Flo wireless mobile woorkstations tetap memperhatikan prinsip otonomi pasien. Perawat menghargai hak klien untuk mengambil keputusan sendiri dalam setiap tindakan, baik tindakan medis maupun tindakan keperawatan. Sistem ini hanya membantu mendokumentasikan dengan tidak mempengaruhi pengambilan keputusan yang menjadi hak klien.
2. Non Maleficence Penggunaan mobile devise ini dipastikan tidak menyebabkan bahaya bagi pasien, tidak memperparah kondisi pasien. Sistem ini harus dipastikan aman bagi pasien dan keluarganya. Prinsip ini merupakan  prinsip dasar sebagaian besar kode etik keperawatan. Kerahasiaan data pasien juga harus dijaga, harus ada prosedur ketat tentang bagaiamana dan siapa yang diperbolehkan mengakses data pasien.
3. Beneficence Penerapan sistem ini memiliki manfaat bagi proses pemberian pelayanan kepada klien. Masyarakat harus diyakinkan bahwa dengan penggunaan sistem ini pelayanan keperawatan akan lebih baik, cepat, efektif dan professional.  Beneficence berarti melakukan yang tindakan baik. Perawat memiliki kewajiban untuk melakukannya dengan baik yaitu mengimplementasikan tindakan yang menguntungkan pasien dan keluarga.
4. Justice Penerapan sistem ini juga haruslah mempertimbangkan rasa keadilan bagi pasien. Jika penerapan di rumah sakit maka harus dipastikan bahwa semua pasien mendapatkan perlakuan yang sama dalam proses pendokumentasian tersebut. Penggunaan alat-alat  komunikasi ini bertujuan hanya kepentingan pasien dan tidak dipergunakan untuk keperluan lainnya.
5. Fidelity Nilai kesetiaan disini perawat harus konsisten menjalankan  kesepakatan dan bertanggungjawab secara profesional  terkait dengan penerapan sistem. Perawat harus menjalankan dengan sepenuh hati dan dengan tujuan meningkatkan pelayanan keperawatan untuk pemenuhan kebutuhan klien.
6. Veracity Penerapan sistem ini mengacu pada kebenaran. Proses pendokumentasian yang dilakukan haruslah dilakukan dengan jujur sesuai dengan kondisi klien.
Dengan pertimbangan etik diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi baik secara manual maupun sistem komputerisasi dengan wireless, perawat harus memegang prinsip mengutamakan hak dan kewajiban pasien terhadap segala tindakan asuhan keperawatan yang diberikan.
Kesimpulan dan rekomendasi
Penerapan sistem informasi dokumentasi keperawatan dengan sistem wireless dapat mempersingkat waktu pencatatan dan pendokumentasian, mengurangi kehilangan atau kerusakan, efisiensi penggunaan kertas (paperless) dan menjamin kerahasiaan pasien serta meningkatkan mutu layanan keperawatan dengan pertimbangan aspek etik dan legal .
Dalam perubahan sistem informasi ini akan menimbulkan sikap yang positif dan negatif  bagi pengguna dan penerimanya. Namun dengan pendekatan,  sosialisasi,  pelatihan-pelatihan  serta pendampingan secara optimal , maka diharapkan tujuan akhir perubahan sistem informasi berbasis komputer dengan wireless ini akan dapat meningkatkan mutu dan asuhan keperawatan kepada pasien.
Berdasarkan kajian diatas, maka pemecahan masalahnya yaitu penerapan sistem informasi dengan wireless ditunjang dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk penggunaannya serta dukungan dana dari manajemen rumah sakit yang cukup tinggi. Hal ini menjadi suatu tantangan bahwa alat ini sangat membantu dan menguntungkan bagi manajemen sehingga kualitas pelayanan keperawatan menjadi meningkat.
Source : Kompasiana.com

Thursday, June 18, 2015

Kembali Bertatapan Langsung Denganmu... Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sumber foto : https://debuterbang.files.wordpress.com/2013/01/sujud.jpg


Assalamualaikum wr.wb.
Alaaah...jangan kaget kali ini aku salam seperti itu. Anggap saja edisi Ramadhan, ya kan?. Apalagi hari ini hari pertama puasa di bulan Ramadhan, Bintang film porno sekalipun berhijab juga. 

Hari ini tanggal 1 Ramadhan, Tuhan memberi berkah yang begitu besar padaku. Beban ku di posting-an sebelumnya dicabut oleh-Nya. Aku diberi kesempatan lagi untuk bertaubat. Tenang pikiranku, hilang bebanku. Entah bagaimana aku menggambarkan pada kalian, betapa ringannya langkahku dalam beribadah malam ini. Ada dua kenikmatan yang didapat saat berpuasa di bulan Ramadhan, pertama saat berbuka. Dan yang kedua saat bertatapan dengan Tuhan. Subhanallah...Malam ini aku bertatapan dengan Tuhan seperti melihat matahari di siang terik, seperti melihat bulan saat ia sedang purnama. Sungguh...begitu jelasnya Ia.

Terima kasih Tuhan, Engkau pangku aku lagi seperti umat-Mu yang lain.

Aku... 
Pe-Maksiat yang mencoba kembali kejalan-Mu...
Pe-Zina yang mencoba merangkul nimatnya berman pada-Mu...
Terlalu lama aku larut dalam kenikamatan dunia ini Ya Tuhan... jadikan Ramadhan tahun ini Ramadhan yang berkah bagiku...Amiiin.




Wednesday, June 10, 2015

Dosa? Siapa peduli

"Pria itu hanya boleh menangis saat berduka dan menyesali dosa yang lalu, diluar dari itu? Cengeng".

Rabu malam, dosa yang nikmat di masa lalu masih terbayang dengan busuknya di pikiran. 5 menit dosa itu bahkan belum terlunasi sampai sekarang. Untuk kalian yang berpangku mesra dengan Tuhan, Entah sehina apa pandangan kalian melihatku sekarang. Tak cukup hanya sekedar ceramah untuk membuatku sadar, apalagi hanya sekedar kultum, apa bedanya dengan menulis kata dipasir pantai yang berombak besar...sia-sia. 

Ah... biarlah yang penting aku sudah pernah menikmatinya. 

Kamis dinihari, mata ini berawan hitam mendung, kapan saja siap untuk hujan. Kali ini bukan sekedar bayangan. Aku menghadapi masalah itu sekarang. Yaaa... resiko dari dosa yang aku nikmati kurang dari sebulan ini. Dosa yang hanya berlangsung 5 menit, tapi cukup untuk menghancurkan semua yang sudah aku jalani sampai sekarang. 

Masih kamis dinihari, hey cengeng... tidurlah. 
Biarlah... yang penting kau sudah pernah menikmatinya.

Thursday, January 23, 2014

Drama : Karma

Karena dia bisa tetap hidup biarpun kalian tusuk hatinya 
percayalah... dia akan membalas luka dengan suka untuk kalian
ingatlah... kalian bermain drama yang membuatnya menangis
dan tunggulah...kalian akan mendapatkan karma yang sama

Thursday, January 16, 2014

Jarak dan Dia, Hai !


Mungkin rumahku di dunia maya ini sudah berdebu
Entah oleh kesibukan atau karena memang aku sudah melupakannya
Memang kami sudah tak berpuisi seperti dulu lagi
Iya...Jarak lah yang membuat aku mengabaikannya
Tapi...Jarak jugalah yang akhirnya membuat aku mengingat rumah ini lagi
Untukmu jarak...Untuk dia si-"Ungkapan Perjalanan Hati"..
Hai...